
Masih Efektifkah Mengontrol Kedisiplinan Guru dan Siswa Lewat CCTV? 
Pembelajaran serta teknologi sudah berdampingan dalam sebagian tahun terakhir dalam rangka menunjang pembangunan bangsa. Tidak hanya selaku pendukung fasilitas serta sumber belajar, teknologi pula melayani sarana keamanan berbentuk Kamera pengaman.
Dalam ekspedisi pemanfaatan Kamera pengaman di sekolah, gunanya bukan lagi sebatas kontrol keamanan. Di banyak sekolah, Kamera pengaman malah dijadikan selaku fasilitas mengendalikan ketertiban kedatangan guru serta siswa.
Terdapat perihal menarik yang aku perhatikan pada pemasangan kamera Kamera pengaman di sekolah- sekolah Indonesia, ialah penempatannya di dalam ruangan. Artinya tidak lain supaya kepala sekolah sanggup memandang apakah guru betul- betul terdapat dalam kelas. Kerapkali, Kamera pengaman ini dijadikan semacam” perlengkapan” mendisiplinkan. Secara spesial itu yang aku amati di sekolah- sekolah menengah atas.
Plus minus Kamera pengaman dalam ruangan kelas pasti saja terdapat. Kelas- kelas dapat terpantau bila terdapat yang kosong. Demikian pula bila terdapat peristiwa tidak terduga sepanjang proses pendidikan, semacam aksi perundungan serta kriminal yang lain.
Tetapi, secara tidak langsung, Kamera pengaman juga jadi semacam pengendali kedatangan guru di kelas. Guru- guru lebih” khawatir” tidak masuk kelas sebab terbaca Kamera pengaman. Bukan lagi terbebani tanggung jawab selaku pendidik.” Terdapat Kamera pengaman!”
Di sisi lain, ikatan emosional antara pimpinan sekolah dengan ruang kelas sedikit tergantikan oleh Kamera pengaman. Kamera yang terdapat di kelas membuat pimpinan dapat mengendalikan kelas dari jauh.
Sorotan aku selanjutnya merupakan kamera Kamera pengaman dalam kelas tidak menjamin meningkatnya kualitas pendidikan. Banyak guru yang malah merasa grogi mengajar dikala tersorot kamera.
Keadaan ini kontras dengan letak kamera Kamera pengaman dengan sekolah di Korea Selatan. Di situ, kamera malah ditempatkan di luar ruang kelas. Guna Kamera pengaman dominan buat kontrol keamanan. Bila mengacu pada kontrol ketertiban guru serta siswa, hingga dapat dipantau melalui pintu masuk gerbang sekolah serta pintu kelas. Maksudnya, guru serta siswa diberi keyakinan penuh.
Bila mengacu pada membangun kepribadian guru serta siswa secara alamiah, hingga pemasangan kamera Kamera pengaman di dalam kelas dapat diminimalisir. Hendaknya, bagikan keyakinan penuh untuk guru melaksanakan tugasnya.

